Magelang-Borobudur-Jogja (Part 1)

Karena kebaikan hati seorang teman yang mengizinkan kami untuk menggunakan rumahnya di Magelang, maka kami pun berangkat ke kota itu. Trip kali ini kita rencanakan sebagai turing santai jarak pendek sebelum tahun berakhir. Jarak Magelang ke Jogja melalui Borobudur hanya 50an km.

Tanggal 10 Desember 2017, siang hari kami berangkat menuju Magelang dengan pesawat. Jumlah rombongan dengan pesawat ada 7 orang (3 diantaranya Lady Goweser) dan 1 orang menggunakan jalan darat. Tiba di rumah teman kami sekitar jam 18.30. Rekan yang menggunakan jalan darat sudah tiba pagi harinya. Begitu sampai, langsung tercium bau duren yang sangat harum. Rupanya memang sedang musim duren di Magelang dan beberapa buah sudah disiapkan untuk kami. Setelah istrirahat sebentar, kami mulai merakit sepeda karena besok rencananya kita akan menuju air terjun Selawe. Selesai dengan urusan sepeda, duren langsung diserbu. Memang nikmat sekali rasanya si Montong itu.

Hari pertama

Setelah sarapan, kami bersiap untuk trip menuju curug Selawe. Jaraknya sekitar 21 km dan menurut info dari Google Maps jalannya penuh tanjakan.

Profil elevasi menuju Curug Selawe

Jam 8 kami mulai bergerak ditemani udara yang sejuk agak mendung. Baru berjalan beberapa ratus meter hujan pun turun, tapi kita tetap lanjut pantang mundur. Justru dengan ditemani hujan kita merasa beruntung karena tidak kepanasan, apalagi didepan tanjakan akan menunggu. Setelah berjalan sekitar 5 km, mulai terlihat kontur jalan yang menanjak. Kita tetap semangat menaklukan tanjakan demi tanjakan yang diselingi juga oleh beberapa turunan. Sampai kilometer 9, mulai terlihat beberapa peserta, terutama ibu-ibu, menunjukkan kelelahan. Berhenti untuk istirahat semakin sering. Mulai terdengar komentar soal  nanti pulangnya capek deh 😀. Di kilometer 12 kita lihat ada warung bakso dan kita isi perut dulu untuk menambah tenaga sambil diskusi untuk menentukan mau terus atau kembali ke Magelang. Tanya informasi ke ibu penjual bakso, katanya jalanan akan terus nanjak sampai tujuan. Mendengar info ini, ibu-ibu dengan suara bulat akhirnya memutuskan untuk kembali saja. Karena bapak-bapak bertugas mengawal, jadi ikut saja deh kemana ibu pergi. Perjalanan pulang sangat lancar karena kita tinggal menurun saja sampai kota. Jika perginya memakan waktu 4 jam, maka perjalanan kembali ke kota hanya 1,5 jam saja. Di kota kita makan sore di warung kupat tahu kesukaan Pak SBY.

Hari kedua: Borobudur

Pukul 9 kita berangkat dari Magelang menuju Borobudur. Jarak sekitar 25 km dan jalan menurun. Jadi diperkirakan perjalanan akan santai dan memang demikianlah yang terjadi. Belum sampai 2 jam perjalanan, kita sudah tiba disekitar Borobudur dan istirahat dulu disebuah warung bakso. Karena masih terlalu pagi, baru jam 11, maka kita browsing mbah Google untuk lihat ada objek apa yang menarik disekitar candi. Kita putuskan untuk mampir ke Gereja Ayam. Sebuah bangunan yang dipopulerkan melalui film “Ada Apa Dengan Cinta” (kalau tidak salah). Rute menuju lokasi cukup nyaman melewati jalan kampung yang sepi dengan hamparan sawah dikiri-kanan jalan. Mendekati gereja, jalanan mulai menanjak dan akhirnya makin terjal menjelang tiba di tujuan. Nah sekitar 150 m dari gereja tanjakan sudah sangat curam dan licin, agak berbahaya kalau naik sepeda. Beberapa teman meninggalkan sepeda dekat loket karcis. Pengunjung bisa menyewa jip jika tidak ingin capek melewati tanjakan sepanjang sekitar 150 m itu, tapi namanya goweser, ya kita pilih jalan kaki saja melewati tanjakan, sedangkan saya dan Pak Iwan menuntun sepeda sampai gereja karena mau foto dengan sepeda didepan gereja.

Menurut keterangan guide disana, sebenarnya bentuk bangunan ini adalah seekor merpati yang memakai mahkota, dan gedung tersebut bukan gereja melainkan rumah ibadah semua agama. Bangunan ini didirikan tahun 1990an. Pemandangan dari tempat ini ke sekelilingnya enak dipandang mata, yaitu sawah, hutan dan pegunungan. Tersedia restoran dan cafe di bangunan ini. Lebih dari satu jam kita disini menikmati pemandangan dan foto-foto.

Gereja Ayam

Pemandangan dari Gereja Ayam

Bagian dalam

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kafe Pelataran. Sebuah kafe kelas mahal disekitar Borobudur. Dari sini kita bisa saksikan Borobudur yang dekelilingi hutan sambil menikmati makanan dan minuman dan tentu saja tidak lupa foto-foto.

Borobudur disebelah kanan dan Merapi di kiri

Selesai bersantai di Pelataran, karena hari sudah sore, kita langsung menuju hotel. Total jarak yang ditempuh hari ini 32,5 km, karena kita mampir di beberapa objek sebelum ke hotel.

Rute hari ini

Rute selengkapnya dapat dilihat disini

Leave a Reply